Tutorial Cara Percepat Loading Blog Anda .Tutorial Cara Percepat
Loading Blog Anda - Siapa yang tidak ingin halaman blog-nya tampil lebih
cepat, pada kenyataannya selain kualitas konten, faktor kecepatan
loading page lah yang sangat besar pengaruhnya buat kenyamanan
pengunjung. Sudah menjadi sifat dasar manusia dimana menunggu adalah
pekerjaan yang sangat membosankan, ini yang harus kita cermati bersama,
jangan sampai pengunjung kabur dan pindah ke situs lain hanya karena
blog kita sangat lambat ketika dibuka..walaupun itu hanya telat beberapa
detik saja.
Faktor kecepatan koneksi juga bisa dikatakan sebagai salah satu biang
kerok, meskipun kita berpikir halaman blog kita tampil secepat kilat
ketika dibuka pada komputer kita sendiri, tapi tidak begitu khan dengan
koneksi pengunjung
Nah, disini saya mencoba memberikan tips cara Optimasi blog agar bisa
tampil lebih cepat, tentunya cepat dalam batas wajar :)
1. Aktifkan Kompresi dengan GZIP
Browser modern biasanya mendukung kompresi untuk HTML, CSS dan
Javascript. Melakukan kompresi pada ketiga file tersebut tentu akan
menghemat waktu loading halaman dan secara otomatis tentu akan terjadi
pengurangan waktu download. Para Webmaster pintar diluar sana sangat
menyarankan kita menggunakan kompresi dengan Gzip.
Untuk teknik dan tutorial Gzip silahkan disearch aja ya..sudah banyak
sekali yang membahasnya. Jika pembaca menggunakan Platform Blogspot
abaikan saja kompresi ini karena secara default blogspot sendiri sudah
mendukung teknik tersebut. Untuk pengguna Plaform lain seperti Wordpress
silahkan menggunakan Kompresi Gzip ini atau kalau gak mau repot pake
Gzip sebaiknya gunakan saja plugin WP Super Cache(pengguna Wordpress).
2. Buang Spasi kosong pada kode HTML
Membuang Spasi kosong termasuk juga dalam teknik kompresi, yaitu dengan
memadatkan kode HTML, XML atau PHP dengan cara membuang spasi yang
dirasa tidak berguna. Salah satunya termasuk juga dalam Inline untuk
kode Javascript dan CSS.
Dengan menghapus ruang kosong tentunya akan menyimpan banyak byte data
dan imbasnya akan mempercepat waktu proses download. Untuk membuang
Spasi yang tidak perlu saya biasanya menggunakan Tools Editor seperti
Notepat++. Caranya sangat mudah, yaitu dengan mem-blok semua kode yang
ingin dibuang spasinya kemudian pilih menu TextFX -> TextFX Edit dan
pilih Delete Blank Lines atau Delete Surplus Blank Lines.
3. Lakukan Kompresi CSS (Stylesheet)
Teknik kompresi CSS ini sebenarnya cukup sederhana, hampir sama dengan
cara diatas yaitu dengan cara membuang spasi yang tidak diperlukan.
Memadatkan pengkodean CSS juga bisa menghebat waktu download, Parsing
dan waktu eksekusi pada suatu halaman. Untuk mempermudah kita melakukan
kompresi pada CSS, silahkan gunakan tools gratis yang sudah banyak
disediakan seperti YUI Kompresor dan cssmin.js.
4. Letakan CSS (Stylesheet) di Atas
Adakalanya kita tidak meletakan CSS di header, biasanya cara tersebut
kita gunakan untuk membuat Style tunggal untuk gaya tertentu pada
widget. Para webmaster yang ahli biasanya menyarankan kita sebaiknya
memanggil semua kode CSS pada halaman HEAD entah itu CSS Internal maupun
CSS External semuanya sebaiknya dijadikan satu pemanggilan dalam
Header.
5. Buang CSS (Stylesheet) yang tidak perlu
Ketika browser mengakses halaman, biasanya harus melalui proses download
dan menganalisa setiap baris kode dalam CSS (stylesheet) terlebih
dahulu, bayangkan jika banyak kode CSS percuma yang harus diproses namun
tidak dieksekusi sama sekali! ini akan sangat mengganggu karena akan
menghambat proses rendering yang harusnya lebih cepat!
6. Periksa Validasi CSS (Stylesheet)
Walaupun sering terjadi kesalahan dalam menulis kode CSS, broser tidak
akan menampilkan pesan kesalahan apapun dalam layar, semua eksekusi akan
terus dijalankan tanpa adanya laporan error meskipun itu hanya salah
dalam satu huruf saja. Sebaiknya jangan abaikan kesalahan ini, silahkan
check validasinya. Untuk lebih mudahya silahkan gunakan tools online
gratis seperti W3C CSS Validations
7. Kombinasi CSS (Stylesheet) dalam file External
Kekurangan CSS Internal hanya satu yaitu terjadinya pembengkakan
kapasitas ukuran (size) pada besarnya halaman. Webmaster berpengalaman
selalu menyarankan kita sebaiknya melakukan pemanggilan kode CSS melalui
akses external, jika memungkinkan lebih bagus lagi melakukan kombinasi
semua kode CSS hanya dalam satu file saja. (untuk pengguna blogger
abaikan teknik ini karena akan lebih bagus dengan pemanggilan internal)
8. Lakukan Kompresi Javascript
Teknik kompresi Javacsript hampir sama dengan CSS yaitu dengan cara
membuang spasi yang tidak diperlukan. Memadatkan pengkodean Javacript
juga bisa menghebat waktu download, Parsing dan waktu eksekusi pada
suatu halaman. Untuk mempermudah kita melakukan kompresi pada javascript
silahkan gunakan tools gratis yang sudah banyak disediakan seperti YUI
Kompresor, Closure Compiler dan JSMin
9. Buang Javascript yang tidak Perlu
Suka tidak suka penggunakan javacript (JS) kadang sangat diperlukan,
walaupun JS kadang membuat loading halaman akan semakin berat. Ketika
browser mengakses suatu halaman, biasanya harus melalui proses download
dan menganalisa kode dalam JS terlebih dahulu, bayangkan jika banyak
pemanggilan JS secara percuma yang harus diproses namun tidak dieksekusi
sama sekali! Silahkan teliti kembali kode JS yang menurut kita tidak
berguna, cek ulang dan jangan sampai parkir terlalu lama, jika tidak
digunakan lagi mending hapus saja!
10. Kombinasi Javascript dalam file
External
Hampir sama kasusnya dengan CSS External diatas, Kekurangan javascript
Internal hanya satu yaitu terjadinya pembengkakan kapasitas ukuran
(size) pada besarnya halaman. Webmaster berpengalaman selalu menyarankan
kita sebaiknya melakukan pemanggilan melalui akses external, jika
memungkinkan lebih bagus lagi melakukan kombinasi semua koding JS hanya
dalam satu file saja. (untuk pengguna blogger jika memungkinkan
sebaiknya panggil melalui file internal saja, silahkan baca kembali
solusi hosting javasript internal)
11. Lakukan Optimasi Gambar
Website dinamis tanpa dihiasi gambar tentu tidak akan menarik, namum
penggunaan gambar yang berlebihan akan menjadi masalah ketika browser
melakukan download pada halaman. Sebaiknya kurangi gambar yang tidak
perlu, terlebih pada gambar yang mempunyai ukuran cukup besar. Jika
memang terpaksa menggunakannya, sebaiknya lakukan optimasi pada gambar
tersebut dengan cara melakukan kompresi tanpa harus mengurangi kualitas
gambar. Saran saya silahkan gunakan Yahoo! Smush.it
12. Jangan Paksa Skala Gambar dalam HTML
Hindari menggunakan gambar yang besar hanya karena kita dapat mengatur
lebar dan tinggi dalam HMTL, Kita memang bisa mengatur ulang gambar
sesuka hati melalui CSS atau dalam tag seperti pada html berikut ini
<img width="100" height="100" src="gambar.jpg"/> walaupun ukuran
gambar sebenarnya adalah 200x200px sebaiknya jangan mengecilkan dengan
mengatur ulang skala gambar, akan lebih baik kita membuat gambar
100x100px sesuai dengan ukuran gambar sebenarnya.
13. Hindari Gambar SRC kosong
Pemanggilan tag SRC untuk gambar biasanya ada pada dua kemungkinan, bisa
melalui HTML atau memalui Javascript var img = new Image(); img.src =
""; walaupun browser mengabaikan permintaan ini jika gambar dalam
keadaan kosong, tetap saja ini melalui proses rendering yang harusnya
tidak membebani server. Silahkan perikasa kembali blank SRC, Jika memang
tidak digunakan mending dihapus saja.
14. Periksa Kembali Broken link
Link yang telah mati bakal tidak disukai pembaca, jangankan
pembaca..search engine sekalipun tidak menyukai hal ini. Lakukan
pengecekan broken link sesering mungkin, banyak tools di internet yang
bisa melakukan tugas ini, salah satunya yang terbaik bisa menggunakan
tools dari W3C Checklink
15. Buang Widget atau plugin yang tidak Perlu
Widget yang terlalu banyak hanya membuat halaman jadi semakin berat,
apalagi widget tersebut tidak begitu berguna. Silahkan kita pilah-pilah
kembali widget yang sekiranya tidak ada maanfaat sama sekali seperti
memasang jam dan kalender. Tanyakan pada diri kita sendiri apa gunanya
memasang jam di blog, jika hanya sebagai penunjuk waktu..trus apa
gunanya jam pada taksbar windows